IIDI Bogor Edukasi Ratusan Tenaga Medis soal Tata Laksana TBC Paru Kerja
IIDI Cabang Kabupaten Bogor sukses menggelar seminar ilmiah penanganan TBC Paru dan Paru Kerja bersama IPB University dan IDI.
bogor – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kabupaten Bogor sukses menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk "Penanganan Terkini Tuberkulosis Paru dan Paru Kerja". Kegiatan ini menjadi wadah edukasi mengenai tata laksana terbaru penyakit TBC dan gangguan kesehatan paru akibat lingkungan kerja.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IIDI dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, IDI Cabang Kabupaten Bogor, serta perhimpunan spesialis seperti PDPI (Paru) dan PERDOKI (Kedokteran Okupasi). Tercatat sebanyak 380 peserta yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, hingga mahasiswa mengikuti jalannya materi baik secara luring maupun daring.
Ketua IIDI Cabang Kabupaten Bogor, Fatmawati Hidayat menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kesiapan IIDI dalam bersinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, edukasi mengenai Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu program prioritas organisasi.
"Acara ini sangat penting karena menghadirkan narasumber ahli dan memberikan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Kemenkes," ujar Fatmawati usai kegiatan di Bogor, Minggu (15/2/2026).
Senada, Ketua Panitia dr. Melina Fitri Andria menyampaikan bahwa persiapan agenda besar ini dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni dua bulan. Kelancaran acara didukung penuh oleh IDI, IPB, PDPI, PERDOKI, serta kontribusi 21 sponsor dari jajaran rumah sakit dan vendor kesehatan.
"Para sponsor juga turut menyemarakkan kegiatan dengan membuka pameran booth layanan kesehatan di lokasi acara," ungkap dr. Melina.
Menariknya, seminar ilmiah ini tidak hanya berisi pemaparan materi medis yang kaku. Para peserta diajak melakukan sesi interaktif bermain angklung bersama yang dipimpin oleh Kang Herdi dari Saung Lege Hejo Cisarua.
Kesuksesan acara ini mendapat apresiasi positif dari para peserta dan mitra sponsor. Mereka berharap kegiatan serupa yang memadukan manfaat ilmiah dan kemeriahan dapat kembali diselenggarakan secara berkala di masa mendatang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



