TIMES BOGOR, JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen Bina PHU) Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj RI) Puji Raharjo mengatakan petugas haji musim haji 2026 harus memberikan pelayanan dengan baik.
“Orientasi kerja kita sebagai petugas negara dalam ibadah haji adalah melayani jemaah haji sebagai amanah negara dan amanah ibadah,” ucap Dirjen Bina PHU Kemenhaj Puji Raharjo saat memberikan pembekalan kepada PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M di Jakarta, Minggu (11/1/2026) malam.
Menurut Puji, semua petugas haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi harus memahami alur kerja, memahami koordinasi, serta memahami tugas pokok dan fungsi dari masing-masing peran dan seluruh fungsi layanan.
“Jadi, misalnya ada konsultan ibadah, pembimbing ibadah, atau petugas ibadah lainnya, maka urusan ibadah harus dipahami oleh semuanya. Tetapi konsultan ibadah harus tahu jika ada masalah konsumsi, kemana jemaah harus diarahkan,” ujarnya.
“Tidak boleh dijawab dengan alasan bahwa tugasnya hanya sebagai pembimbing ibadah dan tidak mengetahui urusan makan,” sambungnya.
Ia menegaskan, para petugas haji yang sedang menjalani diklat bukan sedang menunggu antrean atau menunggu kepastian untuk diberangkatkan.
“Namun sejak titik ini, kita sudah mengambil sikap bahwa kita harus memegang amanah, baik amanah sebagai warga negara untuk melayani jemaah haji maupun amanah sebagai hamba Allah untuk menjalankan ibadah pelayanan,” tegasnya.
Puji kembali menekankan kepada para petugas haji untuk benar-benar memperbaiki niat, bukan karena merasa hebat, bukan karena nilai CAT tertinggi, bukan karena rekomendasi dari pihak tertentu, melainkan karena niat untuk menjalankan amanah negara dengan sebaik-baiknya, sekaligus amanah ibadah.
“Apabila tidak dapat menjalankan amanah negara, maka bersiaplah dimintai pertanggungjawaban di hadapan negara. Itu adalah konsekuensi apabila amanah negara yang dititipkan tidak dijalankan dengan baik,” tegasnya.
“Apabila lalai, maka justru penyelenggaraan haji ini tidak akan berhasil. Oleh karena itu, semua ini harus ditata dengan sungguh-sungguh agar dapat dijalankan dengan kebaikan. Amanah dunia akan diperiksa oleh Inspektorat dan pemeriksa lainnya, tetapi amanah ibadah akan dimintai pertanggungjawaban di kehidupan setelah ini, dan itulah yang akan ditanggung di hadapan masyarakat dan di hadapan Allah,” tandasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Petugas Haji Harus Jalankan Amanah Negara dengan Baik
| Pewarta | : Ahmad Nuril Fahmi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |