https://bogor.times.co.id/
Berita

Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tanpa Subsidi, Mulai Beroperasi Oktober

Rabu, 13 September 2023 - 16:18
Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tanpa Subsidi, Mulai Beroperasi Oktober Presiden RI Jokowi menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hari ini, Rabu (13/9/2023) pagi. Kepala Negara akan berangkat dari Stasiun Halim. (Foto: Kemensetneg)

TIMES BOGOR, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo melakukan uji coba operasional kereta api (KA) cepat relasi Jakarta-Bandung dari Stasiun KCJB Halim, Jakarta, Rabu (13/9/20023).

Presiden RI Jokowi tiba di Stasiun KCJB Halim sekitar pukul 08.50 WIB dengan didampingi oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.

Sejumlah pesohor dan influencer turut serta dalam uji coba tersebut di antaranya Raffi Ahmad, Tsamara, Gading Martin, Cak Lontong, hingga Yuni Shara. Presiden Jokowi beserta rombongan melakukan uji coba operasional kereta cepat dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 28 menit dengan kecepatan hingga 351 km/jam.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki KA Feeder Kereta Cepat dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung. Perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung menempuh waktu perjalanan selama 20 menit. Dengan demikian, dari Jakarta menuju pusat kota Bandung menempuh waktu sekitar 50 menit.

"Soft launching" pengoperasian kereta cepat ditargetkan dimulai pada 1 Oktober 2023. Pengoperasian akan dilakukan secara bertahap mulai dari 8 perjalanan kereta di bulan Oktober. Lalu, pada November bertambah menjadi 28 perjalanan kereta, pada Desember terdapat 40 perjalanan kereta, dan Januari 2024 mencapai 68 perjalanan kereta.

Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tanpa Subsidi

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada subsidi untuk harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung. “Tidak ada subsidi,” kata Presiden Jokowi di sela uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa.

Presiden mengatakan harga tiket kereta cepat akan ditetapkan melalui sejumlah kalkulasi dan perhitungan. Pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung bertujuan untuk mendorong masyarakat berpindah ke transportasi massal dari penggunaan kendaraan pribadi.

"Kemacetan di jalan bisa dikurangi, polusi bisa dikurangi. Arahnya ke situ karena setiap tahun kita kehilangan, karena macet di Jabodetabek dan Bandung itu sudah lebih dari (kerugian ekonomi karena macet) Rp100 triliun," ujar Presiden.

Disinggung mengenai besar atau kecilnya potensi perpindahan penumpang dari Kereta Api Agro Prahayangan ke kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa adanya subsidi pemerintah, Presiden menjelaskan bahwa masyarakat perlu mencoba terlebih dahulu kereta cepat yang mampu melaju hingga 350 kilometer per jam dengan waktu tempuh Jakarta-Padalarang (Bandung Barat) hanya 25 menit itu.

“Orang kan mesti merasakan dulu, orang pasti mencoba dulu, baru menentukan sikap. Belum ngerasain sudah mengomentari. Rasain dulu 350 km per jam seperti apa, dari Halim (Jakarta) sampai ke Padalarang (Bandung Barat) berapa menit tadi, 25 menit. Kalau sampai Tegalluar berapa menit ? coba,” kata Presiden.

Pemerintah, kata Presiden, akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan uji coba kereta cepat secara gratis.

Masyarakat Dapat Ikut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Joko Widodo menyebutkan masyarakat dapat mengikuti uji coba operasional kereta (KA) cepat Jakarta - Bandung mulai Oktober 2023. "Kita harapkan masyarakat bisa menggunakan kereta cepat ini nanti mulai awal Oktober 2023," kata Presiden Jokowi di Stasiun Padalarang, Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Presiden menjelaskan uji coba gratis kereta cepat untuk masyarakat akan tetap dilakukan sehingga masyarakat bisa turut merasakan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan waktu tempuh sekitar 50 menit.

Ia berharap dengan beroperasinya kereta cepat Jakarta Bandung, masyarakat dapat berpindah mobilitas dari kendaraan pribadi ke transportasi massal, seperti LRT, MRT dan TransJakarta.

Dengan penggunaan transportasi umum, Presiden berharap polusi dan kemacetan di Jabodetabek serta Kota Bandung dapat berkurang. "Arahnya ke situ karena setiap tahun kita kehilangan karena macet di Jabodetabek dan Bandung itu sudah lebih dari Rp100 triliun," kata Presiden.

Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sendiri terintegrasi dengan Stasiun LRT. Adapun Stasiun Halim KCJB menjadi titik awal perjalanan menuju Stasiun Padalarang. Dari Stasiun Padalarang, masyarakat diarahkan menggunakan kereta feeder menuju Stasiun Bandung.

Presiden menambahkan bahwa fasilitas sarana dan prasarana di stasiun masih sekitar 92 persen, namun kereta cepat sudah bisa beroperasi untuk diuji coba masyarakat.

Kenyamanan dan Kecepatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Joko Widodo menyebut operasional kereta cepat Jakarta-Bandung yang nyaman dengan kecepatan maksimal hingga 350 kilometer per jam merupakan bukti peradaban. Presiden mengakui bahwa dirinya sudah empat kali meninjau ke proyek kereta cepat, namun baru pertama kali menjajal transportasi massal tersebut dari Stasiun Halim menuju Stasiun Padalarang, dilanjutkan Stasiun Bandung.

"Nyaman, dan pada kecepatan tadi 350 tidak terasa sama sekali, baik saat duduk maupun saat saya berjalan sehingga ya ini lah peradaban," kata Presiden Jokowi di Stasiun Padalarang, Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Dalam uji coba tersebut, Presiden Jokowi sempat melakukan perhitungan peningkatan kecepatan kereta dari 320 km/jam hingga kecepatan maksimal untuk operasional, yakni 350 km/jam. Dengan kecepatan itu, Presiden menceritakan bahwa perjalanan di dalam kereta sangat nyaman. Ia pun mengaku bahwa sebetulnya laju kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa mencapai 385km/jam.

"Ini sebetulnya bisa 385 tapi memang untuk kenyamanan dipasang di 350 km per jam," kata Presiden.

Kepala Negara juga memastikan keamanan perjalanan KCJB mengingat transportasi tersebut sudah dikembangkan di China dengan panjang jalur operasional mencapai 48 ribu kilometer. Saat ini, tahap uji coba operasional masih akan dilakukan secara bertahap kepada BUMN, sedangkan untuk masyarakat ditargetkan mulai Oktober mendatang. Sejauh ini, kondisi fasilitas di kawasan Stasiun Halim KCJB sudah mencapai 92 persen atau sudah tahap penyelesaian. (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bogor just now

Welcome to TIMES Bogor

TIMES Bogor is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.