Ekonomi

Wakil Ketua BP BWI Ungkap Isu dan Tantangan Wakaf Indonesia di Acara Workshop Forjukafi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:24
Wakil Ketua BP BWI Ungkap Isu dan Tantangan Wakaf Indonesia di Acara Workshop Forjukafi Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI Imam T. Saptono di acara Rakernas dan Workshop Forjukafi. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 

TIMES BOGOR, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Imam T. Saptono menyampaikan beberapa isu dan tantangan terhadap wakaf di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Imam saat Rapat Kerja Nasional dan Workshop Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (FORJUKAFI) di Jakarta pada Sabtu (24/2/2024).

“Lebih dari 92 persen pemanfaatan tanah wakaf masih untuk 3M (masjid/mushola, makam, madrasah). Ini harus ada inovasi dalam pemanfaatan tanah wakaf tersebut,” ucap Imam.

Imam menjelaskan, hal lainnya adalah terkait luas tanah wakaf yang kurang dari 0,03 persen dari luas daratan Indonesia. Ini lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Singapore. “Kalau di Turki hampir 20% wilayahnya tercatat sebagai tanah wakaf,” jelasnya.

Terkait wakaf uang, Imam mengungkapkan bahwa pengumpulan wakaf uang di Indonesia masih kurang dari 2 persen dari potensi nasional yang senilai Rp180 Triliun.

“Rp840 M diantaranya dalam bentuk CWLS (Cash Wakaf Linked Sukuk). Sedangkan Cash wakaf di Singapore mencapai Rp8 Triliun dengan populasi muslim 725 ribu atau setara 0,35 persen Muslim Indonesia,” ungkapnya.

Dalam hal tantangannya, Imam menerangkan bahwa tantangan dari sisi Wakif (pihak yang mewakafkan) yaitu belum ada benefit finansial bagi wakif seperti insentif pajak dan literasi wakafnya masih rendah.

“Dari sisi ikrar wakaf tantangannya yaitu masih 3M yaitu Masjid/Musholla, Madrasah dan Makam, prosesnya masih manual, sangat birokrasi dan rumit serta belum mengakomodir secara penuh ikrar wakaf dalam bentuk selain tanah dan uang,” terangnya.

Terakhir, Imam menegaskan langkah strategis wakaf kedepan yaitu amandemen UU (Undang-undang) wakaf agar lebih progresif, pro-market, digital friendly, dan modern dan penunjukkan petugas pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) non KUA khususnya untuk asset-asset wakaf non tanah seperti Saham Perusahaan, Alat-alat produksi dan hal lainnya.

“Selain itu langkah strategis lainnya yaitu digitalisasi wakaf secara end to end (e-ikrar wakaf, e-reporting, dsb) dan mendorong pembiayaan asset-asset wakaf produktif serta pendirian LP3AW (Lembaga Penjaminan Pembiayaan & Pengembangan Asset Wakaf bekerja sama dengan Lembaga terkait seperti BKF Kemenkeu serta menjadikan wakaf sebagai lifestyle (Wakaf ASN, Wakaf Cantin, dsb),” tandasnya. (*)

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bogor just now

Welcome to TIMES Bogor

TIMES Bogor is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.