TIMES BOGOR, JAKARTA – TIMES Indonesia kembali membuat terobosan di bidang teknologi AI dan budaya digital. Setelah meluncurkan Akademi AI Indonesia, media nasional ini resmi meluncurkan Kontes AI Indonesia.
Kontes AI pertama di Indonesia ini menghadirkan dua kategori utama. Yakni Miss Avatar AI Indonesia dan Miss AI Muslimah Indonesia. "Kontes AI ini menjadi ruang baru bagi publik, khususnya perempuan, untuk mengekspresikan identitas, nilai, dan kreativitas melalui kecerdasan buatan," ujar CEO TIMES Indonesia National Network (TINN), Khoirul Anwar dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Ekosistem AI Berkarakter Indonesia
Peluncuran kontes tersebut menandai langkah serius TIMES Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang tidak semata berorientasi teknologi. Namun juga berpijak pada nilai kebudayaan, etika, dan nasionalisme.
Anwar menegaskan, kontes ini dirancang untuk menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan AI, bukan sekadar pengguna pasif. “AI hari ini bukan hanya soal mesin yang cerdas, tetapi bagaimana nilai, identitas, dan cara pandang manusia ikut hidup di dalamnya. Kontes AI Indonesia kami rancang sebagai ruang kreatif bagi publik untuk masuk ke dalam ekosistem AI yang sehat," jelas Anwar.
Melalui Miss Avatar AI Indonesia, peserta didorong menciptakan representasi digital berbasis AI yang mencerminkan karakter, kepribadian, serta kekayaan identitas asli Indonesia. Avatar tidak diposisikan sebagai visual kosong, tapi juga sebagai medium narasi dan ekspresi diri di ruang digital.
Sementara itu, Miss AI Muslimah Indonesia menghadirkan pendekatan yang lebih bernilai. Kontes ini menggabungkan kreativitas AI dengan prinsip kesantunan, etika, dan spiritualitas Islam. Inisiatif ini menjadi pembeda di tengah tren global AI yang kerap lepas dari konteks moral dan budaya.
“Miss AI Muslimah bukan tentang estetika semata. Ini tentang bagaimana teknologi bisa berjalan selaras dengan nilai keimanan, adab, dan kecerdasan moral. Apalagi menjelang Ramadan,” kata Anwar.
Media sebagai Arsitek Peradaban Digital
Kontes AI Indonesia juga mencerminkan perubahan peran media di era digital. TIMES Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi ikut membangun ruang peradaban baru berbasis teknologi.
Menurut Anwar, media memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan perkembangan AI tidak menghilangkan nilai kemanusiaan. Karena itu, TIMES Indonesia memilih jalur edukatif dan partisipatif melalui kontes terbuka yang dapat diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, kreator konten, hingga komunitas digital.
“AI tidak boleh menjadi ruang elitis. Ia harus inklusif, mendidik, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Peluncuran Kontes AI Indonesia menjadi bagian dari visi jangka panjang TIMES Indonesia dalam membangun ekosistem AI nasional yang berkarakter Indonesia. Nilai lokal, keberagaman budaya, serta etika sosial diposisikan sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi.
Dengan menghadirkan Miss Avatar AI Indonesia dan Miss AI Muslimah Indonesia, TIMES Indonesia ingin menunjukkan bahwa kecanggihan AI dapat berjalan seiring dengan identitas, nilai, dan martabat manusia.
Kontes ini diharapkan tidak hanya melahirkan karya-karya kreatif berbasis AI, tetapi juga membuka diskursus publik tentang masa depan teknologi yang lebih beradab, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: TIMES Indonesia Luncurkan Kontes AI Indonesia, Ada Miss Avatar AI dan Miss AI Muslimah
| Pewarta | : Theofany Aulia (DJ-999) |
| Editor | : Deasy Mayasari |