Tato Mungkin Tingkatkan Risiko Kanker Kulit dan Kelenjar Getah Bening
TIMES Bogor/Individu dengan tato memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami kanker kulit maupun kanker kelenjar getah bening

Tato Mungkin Tingkatkan Risiko Kanker Kulit dan Kelenjar Getah Bening

Temuan ilmiah yang dipublikasikan dalam BMC Public Health ini menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko kanker kulit dan limfoma pada individu yang memiliki tato.

TIMES Bogor,Selasa 15 April 2025, 10:14 WIB
459.3K
A
Antara

JAKARTASebuah studi terbaru mengingatkan masyarakat untuk berpikir ulang sebelum memutuskan membuat tato di tubuh. Temuan ilmiah yang dipublikasikan dalam BMC Public Health ini menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko kanker kulit dan limfoma pada individu yang memiliki tato.

Laporan ini didasarkan pada analisis data skala besar yang melibatkan lebih dari 5.900 pasangan kembar di Denmark.

Salah satu peneliti, Jacob von Bornemann Hjelmborg, menjelaskan bahwa pendekatan unik dalam studi ini memungkinkan perbandingan antara saudara kembar yang satu bertato dan satunya tidak, namun berbagi banyak kesamaan faktor genetik dan lingkungan. Hal ini memperkuat upaya mereka dalam mengevaluasi apakah tato bisa menjadi faktor risiko tersendiri terhadap kanker.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan tato memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami kanker kulit maupun kanker kelenjar getah bening dibandingkan saudara kembar mereka yang tidak bertato.

Fakta menarik lainnya, risiko kanker tidak seragam pada setiap jenis tato. Ukuran tato ternyata berpengaruh: mereka yang memiliki tato lebih besar dari telapak tangan menunjukkan potensi risiko yang lebih besar.

Selain itu, durasi keberadaan tato di tubuh juga menjadi faktor penting. Semakin lama tinta tertanam dalam kulit, semakin banyak partikelnya yang terkumpul di kelenjar getah bening.

Henrik Frederiksen, peneliti lain yang terlibat, menjelaskan bahwa tubuh mungkin memperlakukan partikel tinta ini sebagai benda asing. Hal ini bisa memicu respons imun yang berlangsung terus-menerus, dan belum diketahui pasti apakah tekanan imun kronis tersebut akan berdampak negatif terhadap fungsi kelenjar getah bening dalam jangka panjang.

Meskipun hasil studi ini memberikan wawasan penting, para peneliti menekankan bahwa kajian lanjutan masih diperlukan. Terutama untuk mengeksplorasi mekanisme kerja kelenjar getah bening pada level molekuler serta hubungan tato dengan jenis-jenis limfoma tertentu. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bogor, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.