https://bogor.times.co.id/
Olahraga

Saat Mourinho Mengubah Kiper Jadi Penentu Sejarah

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:34
Strategi Menit Akhir Jose Mourinho Selamatkan Benfica di Liga Champions Selebrasi kiper Benfica, Anatoliy Trubin setelah mencetak gol keempat saat melawan Real Madrid di matchday terakhir fase liga Liga Champions 2025/26 di Estadio da Luz pada Kamis (29/1/2026). (FOTO: UEFA. com)

TIMES BOGOR, JAKARTA – Tak ada yang lebih menggambarkan sepak bola sebagai permainan insting selain momen di menit ke-98 di Estadio da Luz. Saat wasit menghadiahkan tendangan bebas untuk Benfica di masa injury time, Jose Mourinho membuat keputusan yang hanya lahir dari keberanian dan naluri seorang pelatih besar: ia memerintahkan kiper Anatoliy Trubin maju ke kotak penalti.

Beberapa detik kemudian, stadion berubah menjadi lautan euforia. Sundulan Trubin menembus pertahanan Real Madrid, mengunci kemenangan 4-2 sekaligus memastikan Benfica melaju ke fase gugur Liga Champions. Gol itu bukan sekadar penentu skor, tetapi juga pembeda nasib—membawa Benfica masuk 24 besar fase liga dan menjatuhkan Madrid dari zona delapan besar otomatis ke babak 16 besar.

Trubin sendiri mengakui momen itu terasa seperti mimpi. Ia mengaku tak sepenuhnya memahami hitungan klasemen saat itu, hanya mengikuti instruksi dari bangku cadangan dan rekan-rekannya.

“Saya melihat semua orang menyuruh saya naik, saya melihat pelatih, lalu saya pergi ke kotak penalti. Sisanya seperti tak nyata,” ujarnya. Bagi kiper berusia 24 tahun itu, gol tersebut adalah yang pertama sepanjang karier profesionalnya.

Mourinho pun tak menutupi emosinya. Ia mengakui tak memiliki kepastian apakah keunggulan 3-2 sudah cukup. Ketika peluang tendangan bebas datang, instingnya berbicara. “Saya kirim Trubin ke depan. Kemenangan ini bersejarah dan penting, terutama dari sisi prestise,” katanya. Ironisnya, keputusan itu justru menghantam klub yang pernah membesarkan namanya.

Drama semakin lengkap karena Madrid bermain dengan sembilan pemain saat gol tercipta. Raúl Asencio lebih dulu diusir di awal masa tambahan waktu, disusul Rodrygo beberapa menit kemudian. Pelanggaran Jude Bellingham terhadap Fredrik Aursnes menjadi awal dari skenario penentuan nasib itu—sebuah tendangan bebas yang kemudian dikirim sempurna oleh Aursnes ke kepala Trubin.

Usai mencetak gol, Trubin berlari ke tengah lapangan dan melakukan selebrasi sliding, disusul rekan-rekannya yang menumpuk tubuh sang kiper. Di sisi lapangan, Mourinho berlari lalu membalikkan badan ke arah tribun, merayakan dengan gestur penuh emosi. Bahkan kiper Madrid, Thibaut Courtois, ikut menghampiri dan memberi selamat—sebuah pengakuan atas momen langka dalam sejarah Liga Champions.

Menurut catatan UEFA, Trubin menjadi kiper kelima yang mencetak gol di Liga Champions, dan yang pertama sejak Ivan Provedel melakukannya bersama Lazio pada 2023. Mourinho menegaskan bahwa ini bukan kebetulan. Ia mengingat momen serupa beberapa pekan sebelumnya saat Trubin nyaris mencetak gol di laga domestik. “Kami tahu dia mampu. Tentu kualitas umpan adalah kunci, tetapi gol ini luar biasa,” ujarnya.

Malam itu, Estadio da Luz bukan hanya saksi kemenangan Benfica. Ia menjadi panggung bagi keputusan nekat, keberanian seorang kiper, dan bukti bahwa dalam sepak bola, satu momen bisa mengubah sejarah. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bogor just now

Welcome to TIMES Bogor

TIMES Bogor is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.