https://bogor.times.co.id/
Berita

Trump Berambisi Mengganti Rezim Iran

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:15
Trump Berambisi Mengganti Rezim Iran Presiden AS Donald Trump ingin menciptakan kondisi untuk perubahan rezim Iran menyusul tindakan keras terhadap pengunjukrasa nasional awal bulan ini. Tampak retorika anti-AS pada papan reklame di Teheran. (FOTO: Arab New/AFP)

TIMES BOGOR, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berambisi mengganti rezim di Iran dengan salah satu opsinya adalah melakukan serangan militer.

Hingga saat ini Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengganti rezim Iran saat ini, salah satu opsinya adalah serangan terarah terhadap pasukan keamanan dan para pemimpin untuk memprovokasi para pengunjukrasa.

Namun menurut beberapa sumber,  kekuatan udara saja tidak akan mampu menggulingkan penguasa ulama tersebut.

Dua sumber AS yang mengetahui diskusi tersebut seperti dilansir Arab News mengatakan, Trump ingin menciptakan kondisi untuk "perubahan rezim" setelah penindakan keras menghancurkan gerakan protes nasional awal bulan ini, yang menewaskan ribuan orang.

Karena itu ia sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang para komandan dan lembaga yang dianggap AS bertanggung jawab atas kekerasan tersebut, untuk membakar rasa percaya diri para pengunjukrasa, bahwa mereka bisa menguasai gedung-gedung pemerintah dan keamanan.

Salah satu sumber AS mengatakan, opsi yang sedang dibahas oleh para ajudan Trump itu juga termasuk serangan yang jauh lebih besar yang dimaksudkan untuk memberikan dampak jangka panjang, diantaranya terhadap rudal balistik yang bisa mencapai sekutu AS di Timur Tengah atau program pengayaan nuklirnya.

Tetapi menurut sumber AS lainnya,  Trump masih belum membuat keputusan akhir tentang tindakan yang akan diambil, termasuk apakah akan menempuh jalur militer.

Kehadiran gugus tempur yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang lainnya  pendukung di Timur Tengah minggu ini, semakin memungkinkan Trump melakukan tindakan militer. Ia juga  berulang kali mengancam intervensi atas tindakan keras Iran.

Namun menurut beberapa sumber, seperti dilansir Arab News, bahwa kekuatan udara saja tidak akan mampu menggulingkan penguasa ulama tersebut

Dua sumber AS yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan, Trump ingin merubah rezim setelah penindakan keras terhadap pengunjukrasa yang menewaskan ribuan orang itu.

Trump juga sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang para komandan dan lembaga yang dianggap AS bertanggung jawab atas kekerasan tersebut, sekaligus menyemangati para pengunjukrasa, bahwa mereka bisa menguasai gedung-gedung pemerintah dan keamanan.

Salah satu sumber AS mengatakan opsi yang sedang dibahas oleh para ajudan Trump itu juga termasuk serangan yang jauh lebih besar yang dimaksudkan untuk memberikan dampak jangka panjang, mungkin terhadap rudal balistik yang bisa mencapai sekutu AS di Timur Tengah atau program pengayaan nuklirnya.

Tetapi menurut sumber AS lainnya,  Trump masih belum membuat keputusan akhir tentang tindakan yang akan diambil, termasuk apakah akan menempuh jalur militer.

Kehadiran gugus tempur yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang lainnya  pendukung di Timur Tengah minggu ini, semakin memungkinkan Trump melakukan tindakan militer. Ia juga  berulang kali mengancam intervensi atas tindakan keras Iran.

Empat pejabat Arab, tiga diplomat Barat, dan seorang sumber senior Barat yang pemerintahnya diberi pengarahan tentang diskusi tersebut mengatakan, serangan semacam itu bisa melemahkan gerakan yang sudah terguncang setelah penindasan paling berdarah oleh pihak berwenang sejak Revolusi Islam 1979.

Direktur Program Iran di Middle East Institute, Alex Vatanka mengatakan, bahwa tanpa pembelotan militer skala besar, unjukrasa di Iran tetap heroik, tetapi kalah persenjataan.

Sumber-sumber informasi ini meminta namanya dirahasiakan karena membicarakan masalah sensitif.

Kantor luar negeri Iran, Departemen Pertahanan AS, dan Gedung Putih juga tidak menanggapi permintaan komentar. Kantor Perdana Menteri Israel juga menolak berkomentar.

Trump mendesak Iran pada hari Rabu untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir, memperingatkan bahwa serangan AS di masa depan akan lebih parah daripada kampanye pengeboman Juni terhadap tiga situs nuklir. Ia menggambarkan kapal-kapal di wilayah tersebut sebagai "armada" yang berlayar menuju Iran.

Namun seorang pejabat senior Iran mengatakan, bahwa Iran sendiri juga sedang bersiap diri untuk konfrontasi militer, juga akan memanfaatkan jalur diplomatik. "Meski demikian AS tidak menunjukkan keterbukaan terhadap diplomasi itu," kata pejabat itu.

Iran, yang mengatakan program nuklirnya bersifat sipil, siap untuk berdialog "berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama". "Tetapi mereka akan membela diri "lebih dari sebelumnya" jika diprovokasi," kata misi Iran untuk PBB dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu.

Trump belum secara terbuka merinci apa yang dia cari dalam kesepakatan apa pun. Poin negosiasi pemerintahannya sebelumnya termasuk melarang Iran untuk memperkaya uranium secara independen dan pembatasan rudal balistik jarak jauh serta jaringan proksi bersenjata Teheran di Timur Tengah.

Namun yang jelas menurut para ajudannya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berambisi mengganti rezim di Iran lewat serangan militer. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bogor just now

Welcome to TIMES Bogor

TIMES Bogor is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.