TIMES BOGOR, JAKARTA – Pernah nonton kartun Marsupilami? Nah real life ada juga nih, bahkan tinggalnya di Indonesia, tepatnya di Papua. Namanya Kus-kus wai geo.
Satwa imut menggemaskan ini ternyata salah satu ikon dari Papua. Ramai di media sosial penamapakan kus-kus wai geo. Dia bergelantungan di pohon yang diklaim berada di belakang rumah warga.
Sedikit berbeda dengan kartun marsupilami, kus-kus wai geo punya warna dasar putih, sedangkan marsupilami kuning. Tapi totol hitamnya saja kog.
Bagian tubuh lainnya juga sama, seperti mata yang bulat lebar, ekor panjang (bahkan dalam cerita marsupilami ekornya bisa digunakan untuk berayun dari dahan ke dahan).
Sebenarnya seperti apa sih karakteristik kus-kus wai geo
Kus-kus wai geo atau nama latinnya Spilocuscus papuensis merupakan hewan berkantung atau disebut marsupial. Kus-kus ini masuk dalam famili Phalangeridae dengan ordo Diprodontia.
Seperti namanya, kus-kus wai geo endemik Pualau Waigeo, Raja Ampat. Satwa ini bisa dijumpai di hutan primer maupun sekunder. Mereka tersebar di hutan dataran rendah, hutan pantai termasuk mangrove hingga pegunungan. Asal ada pohon di sana dia berada. Sebab auntuk makanan, kus-kus wai geo nggak pilih-pilih, alias omnivora. Segala yang bisa dimakan yaa dia makan, baik itu hewan kecil maupun tumbuhan.
Meski hampir sepanjang waktu di pohon, mereka terkadang turun ke rongga pohon, akar-akar pohon, atau celah bebatuan. Hal ini bertujuan untuk mencari makanan lain dan menandai wilayah.
Kuskus Waigeo sering disebut sebagai "Marsupilami dari Raja Ampat" karena corak tutul pada bulunya, ekor prehensil (dapat menggenggam) yang panjang, dan kemampuannya hidup di pepohonan (arboreal).
Mamalia nokturnal ini memiliki pupil mata vertikal dengan bola mata merah, ekor panjang yang kuat untuk berpegangan, dan merupakan salah satu marsupial terbesar dari famili Phalangeridae.
Kus-kus wai geo jantan berukuran 497-560 mm, sedangkan betinanya lebih pendek, hanya berkisar 472mm dengan berat rata-rata 2,65-3 kg.
Sifatnya pemalu, jadi wajar saja jika dalam video viral yang beredar, pengunjung yang melihat langsung kus-kus wai geo ini bersuara pelan nyaris berbisik. Mereka juga termasuk dalam hewan soliter, jadi lebih nyaman sendiri.
Berdasar data IUCN Red List, kus-kus wai geo masuk ke dalam kategori Vulnerable atau rentan. Kemunculannya beberapa waktu lalu membuat peneliti bernapas lega, karena hewan marsupial ini ternyata masih ada di alam.
Selama pohon di hutan sebagai habitatnya masih aman terjaga dan tidak ada perburuan liar, marsupilami endemik Papua ini akan tetap lestari. Indonesia sendiri melindungi satwa ini dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kenalan dengan Kus-kus Wai Geo Satwa Ikonik Papua
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |