TIMES BOGOR, JAKARTA – Kekalahan telak Real Madrid di Lisboa bukan sekadar soal skor. Hasil 2-4 dari Benfica di Liga Champions menjadi alarm keras tentang mentalitas dan kesiapan Madrid menghadapi laga-laga krusial. Sehari berselang, fokus Los Blancos beralih ke La Liga, dengan satu pesan jelas: ada yang harus segera dibenahi.
Madrid sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Namun kekalahan itu membuat mereka terlempar ke fase gugur awal. Dua gol Kylian Mbappe tak cukup menutup rapuhnya performa tim, terutama di babak pertama. Mbappé tak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut Madrid terlambat “masuk pertandingan” dan pantas kalah.
“Pertandingan dimulai sejak menit nol, bukan menit 45. Kami tidak bermain untuk menang,” ujar Mbappe, yang kini memimpin daftar pencetak gol Liga Champions dengan 13 gol. Menurutnya, perbedaan sikap menjadi kunci. Benfica bermain seolah hidup-mati, sementara Madrid gagal menunjukkan urgensi serupa.
Puncak ironi terjadi di menit akhir ketika kiper Anatoliy Trubin mencetak gol keempat Benfica. Gol itu memastikan wakil Portugal tersebut masuk 24 besar dengan keunggulan selisih gol, sekaligus menyingkirkan Madrid dari delapan besar. Sebuah momen yang menegaskan betapa mahalnya kelengahan.
Pelatih Madrid Alvaro Arbeloa mengambil tanggung jawab penuh. Ia mengakui gagal menanamkan pemahaman kepada pemain tentang betapa pentingnya laga tersebut bagi Benfica.
“Saat tim tidak berada di level yang seharusnya, tanggung jawab mutlak ada pada saya,” katanya. Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan internal Madrid, bukan sekadar evaluasi teknis.
Kini, Madrid harus cepat beralih. Akhir pekan ini mereka menjamu Rayo Vallecano di La Liga. Lima kemenangan beruntun membuat Madrid hanya tertinggal satu poin dari Barcelona, yang sebelumnya memastikan tiket delapan besar Liga Champions usai menundukkan Copenhagen. Rayo datang dengan tren negatif—tiga kekalahan beruntun dan posisi ke-16—namun Madrid tak punya ruang untuk meremehkan lawan.
Di laga lain, Barcelona bertandang ke Elche tanpa Pedri dan Gavi yang masih cedera. Atletico Madrid menghadapi Levante, sementara Villarreal bertemu Osasuna tanpa Juan Foyth yang mengalami cedera Achilles. Derbi Basque mempertemukan Real Sociedad dan Athletic Bilbao, menambah padatnya agenda persaingan papan atas.
Di luar lapangan, La Liga mengumumkan langkah tegas memberantas siaran ilegal. Liga menawarkan imbalan 50 euro untuk setiap laporan valid terkait tempat usaha yang menayangkan pertandingan tanpa izin resmi—sinyal bahwa pengawasan hak siar kini melibatkan publik. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Real Madrid Lupakan Hasil Liga Champions, Fokus Tertuju ke La Liga
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |